<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>a quiet bubble on the sea of noise</title>
	<link>http://alamanda.blogsome.com</link>
	<description>anything but personal. some dreams. some keen ons. things I've watch, read, absorb, known and understand. maybe.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jul 2006 10:37:33 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>SUNYI BUENDIA, KEAJAIBAN MACONDO</title>
		<description>	
	Nama Gabriel Garcia Marquez pertama kali aku ketahui pada tahun 2001. Waktu itu aku masih semester 4. Memakai kaca mata kuda tebal yang membuatku hanya membaca dan melihat hal-hal yang tidak jauh dari bidang yang kupelajari. Hal pertama yang menggangguku tentang Marquez adalah namanya yang terdiri dari tiga kata, dan ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/07/14/sunyi-buendia-keajaiban-macondo/</link>
	</item>
	<item>
		<title>DROP DEAD GORGEOUS</title>
		<description>	
	&#8220;Orangtua saya adalah pemilik tempat bermain pachinko, dan saya mencintai pachinko, jadi pose ini sama sekali nggak sulit. Saya melakukan sesuatu yang saya cintai. Satu-satunya yang saya khawatirkan adalah apa yang kira-kira dipikirkan orangtua saya&#8221;
	Begitulah yang dikatakan Eiko Koike mengenai pose dalam keadaan seolah-olah meninggal-nya untuk fotografer Izima Kaoru, yang ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/04/20/12/</link>
	</item>
	<item>
		<title>MENCINTAI BATIK</title>
		<description>	
	Aku lahir di Jawa, dari ayah dan ibu yang berdarah Jawa, dan kadang-kadang masih merasa diriku sebagai orang Jawa. Meskipun dalam banyak kesempatan aku kesulitan mendeskripsikan diriku, karena terlepas dari urusan keturunan, aku lebih merasa sebagai orang Kalimantan, dan sekarang orang Ubud. Kalau ada satu hal yang akhir-akhir ini mengusik ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/03/08/mencintai-batik/</link>
	</item>
	<item>
		<title>CATATAN KEKAGUMAN</title>
		<description>	
	Ada sejumlah alasan mengapa Ubud menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Udaranya sejuk dan relatif bebas dari polusi, pemandangannya indah dan masih alami, atmosfer kesenian yang sangat kuat, kebudayaan Bali yang masih kental dan bisa dirasakan kehadirannya, tidak macet, tidak ada kesulitan mencari kebutuhan sehari-hari karena terdapat pasar dan supermarket ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/02/21/catatan-kekaguman/</link>
	</item>
	<item>
		<title>SHOCKING FEELING ON A BLEAK MORNING</title>
		<description>	
	bagaimana rasanya menerima gambar ini lewat email di suatu pagi? absolutely shocking. a shocking feeling on a bleak morning. begitu bunyi sms yang aku kirimkan pada Yuli Prayitno. seniman yang bikin karya ini. 
	aku yang pernah setahun lebih bicara di depan mikrofon dan memaksa ribuan orang mendengar celotehanku, informasi yang ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/02/06/9/</link>
	</item>
	<item>
		<title>GIGER FROM HELL</title>
		<description>	diangsurkannya buku itu padaku sambil bertanya apakah aku mengenal nama orang yang menjadi judul buku itu. HR GIGER ARh+. demikian yang tertulis di sampulnya. aku melihat penerbitnya; TASCHEN. mestinya orang ini, siapapun dia, bukanlah orang sembarangan karena penerbit bukunya adalah salah satu penerbit internasional yang baik.
	keterangan singkat yang aku terima ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/02/01/giger-from-hell/</link>
	</item>
	<item>
		<title>MENYENTUH LANGIT</title>
		<description>	
	ya. ini adalah karya Pande Ketut Taman, yang dipasang saat Summit Bali Biennale 2005. Pande Ketut Taman, selama beberapa tahun terakhir tinggal di Muntilan, Magelang. pada saat pembuatan karya ini, sejak akhir Oktober, Taman memindahkan studionya untuk sementara ke Bale Banjar Pande dan praktis setelah libur Idul Fitri, aku membantu ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/01/28/6/</link>
	</item>
	<item>
		<title>ESTHAPAPPYCHACHEN KUTTAPPEN PETER MON</title>
		<description>	demikian nama panggilan Esthappen Yako, tokoh favoritku dalam The God of Small Things. Arundhati Roy benar-benar berhasil menghidupkan untukku dua orang anak kembar yang jiwanya kembar siam, Estha dan Rahel. dan berhasil pula membawaku ke India. Ke Ayemenem, ke Kottayam, ke Kerala. Estha jadi tokoh favoritku karena dia tergila-gila pada ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/01/25/8/</link>
	</item>
	<item>
		<title>DAN KAU BERI NYAWA&#8230;</title>
		<description>	piano itu ada disana setiap hari. di lantai dua galeriku, tepatnya di sudut antara puncak tangga dengan pintu ke arah ruang kerja pak Koman. kadang-kadang aku duduk didepannya. mencoba memainkan beberapa nada dengan canggung sambil mengingat-ingat pelajaran yang pernah kuterima dulu. tak jarang ada yang datang dan duduk di depannya, ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/01/24/dan-kau-beri-nyawa/</link>
	</item>
	<item>
		<title>RUMAH BAMBU</title>
		<description>	aku tertarik pada judulnya karena mengingatkanku pada salah satu keinginanku dimasa remaja. kamar tidur yang sepenuhnya terbuat dari bambu. sayangnya keinginan itu tidak tercapai karena papa lebih suka rumah yang terbuat dari tembok.
seperti halnya buku-buku Y.B Mangunwijaya yang lain, Rumah Bambu adalah potret kehidupan orang-orang yang hadir dalam keseharian Romo ...</description>
		<link>http://alamanda.blogsome.com/2006/01/15/rumah-bambu/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
