SUNYI BUENDIA, KEAJAIBAN MACONDO
July 14, 2006Nama Gabriel Garcia Marquez pertama kali aku ketahui pada tahun 2001. Waktu itu aku masih semester 4. Memakai kaca mata kuda tebal yang membuatku hanya membaca dan melihat hal-hal yang tidak jauh dari bidang yang kupelajari. Hal pertama yang menggangguku tentang Marquez adalah namanya yang terdiri dari tiga kata, dan rasanya baru mantap kalau tiga-tiganya disebutkan. Hal kedua adalah judul bukunya yang pertama kali kuketahui. One Hundred Years of Solitude. mendengar judulnya saja, aku bisa melihat seseorang yang menggigil kedinginan dibawah pohon, tanpa seorangpun melintas, kecuali hujan yang turun tak berkeputusan.
Firasat atau bukan, orang yang menggigil kedinginan di bawah pohon dan hujan, kesemuanya ada bagian dari sekian fragmen yang ada dalam Seratus Tahun Kesunyian. Laki-laki yang berada di bawah pohon itu adalah Jose Arcadio Buendia. Ketika jiwanya terganggu, istrinya Ursula Iguaran mengikatnya dibawah pohon, memberinya makan setiap hari dalam keadaan terikat, sampai akhirnya ajal menjelang. Dibawah panas dan siraman hujan, hanya beratapkan dedaunan pohon, si tua Buendia berdiri tak terpisahkan dengan batang pohon tak jauh dari rumahnya, di Macondo.
Salah satu hujan di Macondo berlangsung selama empat tahun, sebelas bulan dan tiga hari. Cukup untuk menghanyutkan perkebunan pisang dimana Mauricio Babilonia bekerja, menghanyutkan hewan ternak milik Aureliano Segundo dan Petra Cotes- kekasih gelapnya , dan membuat ruangan menjadi sangat lembab sehingga ikan-ikan bisa berenang di udara.
Kisah dalam Seratus Tahun Kesunyian adalah cerita mengenai jatuh bangun keluarga Buendia sejak pertama kali mereka membangun koloni di Macondo. Kisah yang melibatkan anak perempuan yang datang berkalung tulang belulang orangtuanya, pemain piano yang romantis tapi menyedihkan, potongan emas batangan yang dititipkan tapi tak kunjung diambil kembali dan perempuan peramal yang menjadi ibu dari beberapa anak dalam keluarga Buendia.
Fragmen-fragmennya bercerita tentang kedatangan orang-orang Gipsy pimpinan Melquiades yang membawa hal-hal yang ajaib dan belum pernah dilihat, tentang cinta yang melahirkan anak-anak yang menyandang nama yang mirip dan berulang-ulang, tentang dua keluarga yang saling menikahkan anak-anak mereka sehingga keturunan mereka di kemudian hari memiliki ekor iguana, tentang pemberontakan dan perang saudara yang membuat para serdadu kecanduan sehingga mereka bisa berperang tanpa jelas siapa musuhnya, tentang penantian nyaris tanpa akhir dan luapan perasaan yang membabi buta tak terbendung dan tentang ambisi untuk menemukan rahasia membuat emas, hal yang dipertanyakan pula oleh Coelho. One Hundred Years of Solitude adalah kisah tentang bagaimana kenyataan bisa dipertanyakan, bagaimana hal-hal yang kita anggap sewajarnya dan tanpa perubahan bisa diputarbalikkan. Bagaimana jika kita mengalami insomnia yang parah dan kehilangan ingatan atas semua benda yang setiap hari kita lihat, atas hal-hal yang setiap hari kita lakukan. Kalau kita melupakan nama hari, apakah bedanya Senin dan Jumat? Rabu dan Minggu?
Apa yang akan kau lakukan jika tempat tidurmu berturut-turut didatangi tujuhbelas perempuan yang berbeda, yang bahkan kau tidak tahu namanya? Bagaimana kau akan mengenali tujuh belas anak laki-laki yang lahir dari perempuan-perempuan itu meskipun anak-anak itu lahir dengan menyandang nama depan ayah mereka.
Aku sempat percaya bahwa kisah-kisah dalam Seratus Tahun Kesunyian adalah kenyataan lain yang mungkin terjadi di dunia yang paralel dengan dunia dimana hidupku berada, tapi tidak akan menyeberang mendekatiku. Ternyata aku salah. Fragmen-fragmen dalam kisah itu perlahan-lahan mendekat dan bahkan bisa melompat ke hadapanku, menunjukkan realita yang selama ini aku anggap surreal. Ketika batas antara hidup sehari-hari dan mimpi semakin tipis, ketika ruang nyata dan ruang maya bisa dipertukarkan posisi dan isinya. Ketika aku menyadari bahwa panduan dan petunjuk yang selama ini kuterima dan kujalankan, tidak lagi bisa mencukupi kebutuhanku untuk bertahan hidup di dunia nyata… atau setengah nyata, karena sisanya berasal dari bayangan. Khayalan.
