MENYENTUH LANGIT
January 28, 2006
ya. ini adalah karya Pande Ketut Taman, yang dipasang saat Summit Bali Biennale 2005. Pande Ketut Taman, selama beberapa tahun terakhir tinggal di Muntilan, Magelang. pada saat pembuatan karya ini, sejak akhir Oktober, Taman memindahkan studionya untuk sementara ke Bale Banjar Pande dan praktis setelah libur Idul Fitri, aku membantu Taman mengerjakan karya instalasinya, “Menyentuh Langit”. setiap pagi menjelang siang, aku akan pergi ke Banjar Pande. memotret proses kerja mereka. lalu sorenya, aku akan menunggu mereka di galeri untuk merakit bagian-bagian instalasi yang sudah dikerjakan hari itu.
instalasi itu panjangnya enambelas meter dan bagian yang paling tinggi sekitar dua setengah meter. mula-mula rangka bambu, lalu ikatan-ikatan jerami untuk alas atas, ikatan jerami untuk ornamen struktur, sampai akhirnya ratusan figur yang dibuat dari adonan tepung beras yang digoreng. sebagai pelengkap artistik, Taman memasang senar dari langit-langit galeri menuju karya itu, sedemikian rupa sehingga saat cahaya matahari menerobos masuk, ada permainan cahaya yang mistis dan menakjubkan. hari demi hari, aku mengikuti proses dan merekam nyaris semuanya. setiap hari aku berdiskusi panjang lebar dengan Taman. memahami caranya berpikir, memahami konsep karyanya yang sarat dengan tradisi bali, menemukan lagi semangat komunal yang sudah nyaris lenyap dari dunia nyata. ada banyak sekali yang kudapat dan aku pelajari, dan diatas segalanya adalah percakapanku dengan Taman. walaupun kami bicara dengan bahasa yang berbeda, namun kami punya pemikiran dan pemahaman yang sama.
menyentuh langit berangkat dari konsep yang sama dengan Candi Borobudur. ini adalah karya yang menggambarkan perjalanan manusia. mulai dari penciptaan kemudian perjalanan menuju surga yang berawal dari bawah, mengikuti struktur spiral sampai di puncak. dari orang-orang yang masih belum bisa melepaskan diri dari pengaruh duniawi, yang terlihat dari warna-warna yang mereka kenakan, sampai pada orang-orang yang berhasil mencapai tingkat spiritual yang tinggi. disucikan dan warna yang mereka kenakan menjadi sederhana. putih, cokelat dan kuning. lalu sesampai di puncak, tinggallah dua pilihan. naik ke surga, atau jatuh ke dunia dan lahir kembali. reinkarnasi.
dunia-adalah-fana. Taman menunjukkannya dengan bahan yang dia pergunakan. bambu dan jerami yang lapuk dimakan cuaca dan serangga kecil. boneka-boneka tepung beras goreng yang kemudian basi, membusuk dan tumbuh jamur menutupinya. semua yang ada di dunia ini akan hancur pada saatnya. sama dengan karya ini. yang kemudian lenyap ditelan bumi.
menyentuh langit mendapatkan penghargaan sebagai karya terbaik Bali Biennale 2005
